Fenomena Poligami Di Lombok
Fenomena Nikah 'Sekali Dua'
(Catatan Rabu, 10 Januari 2018)
Tanpa sengaja lewat di beranda bahwa seorang pria asal Dasan Lekong Kec. Sukamulia Lombok Timur menikahi dua orang gadis sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Fenomena ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Pulau Lombok. Sebelumnya beberapa bulan yang lalu fenomena ini juga terjadi di Praya Lombok Tengah.
Dua kasus ini, menurut hemat kami akan segera disusul dengan kasus kasus lainnya sehingga tidak akan menjadi 'fenomenal' lagi.
Selain karena peristiwa ini viral di medsos (minimal di Lombok), sehingga membuatnya mudah diikuti oleh remaja yang belum menikah, juga karena kultur masyarakat Sasak yang menganggap poligami bukan sebagai sesuatu yang istimewa. Di samping itu, secara psikologis menikah poligami seperti dalam kasus diatas dilakukan oleh tiga orang yang sama sama belum mengerti dan merasakan bagaimana kehidupan rumah tangga.
Pria yang belum pernah menikah sama sekali cenderung lebih berani berspekulasi, terlebih jika alasannya adalah 'cinta remaja,' yang cenderung melankolis dan berdasarkan ekspektasi. Pernikahan dilakukan dengan ekspektasi berbunga-bunga bahwa semuanya akan gampang jika dilandasi cinta.
Begitu juga wanita yang belum menikah sama sekali cenderung lebih berani untuk dimadu, karena belum tahu bagaimana rasanya dipoligami juga karena tidak banyak bergaul dengan sesama perempuan yang telah sama sama menikah misalnya, yang dapat mengkonstruksi pikirannya bahwa rumah tangga itu hanya milik berdua dan tidak ada tempat untuk orang ketiga. Terlebih akhir zaman ini, dalam mind set perempuan bahwa jumlah wanita memang jauh lebih banyak dari kaum adam.
Dengan demikian, Semua pelaku dalam kasus fenomena pernikahan 'SEKALI DUA' di atas menikah dengan ekspektasi penuh bahwa semuanya akan indah dan baik baik saja.
Dengan menikah langsung beristeri dua seperti ini, bagi pria akan lebih gampang sebab tidak harus mengurus surat izin poligami juga lebih murah dari segi biaya. Ibarat kata pepatah: Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.
Akankah peristiwa ini tidak fenomenal lagi seperti analisa di atas?. We wait and see.
N/B: Mohon maaf atas permintaan pemilik fhoto, maka fhoto tersebut kami
ganti dengan foto pernikahan peristiwa di Bonder Praya - Lombok Tengah.
Berita tentang kejadian di Lombok Timur bisa dibuka
(Catatan Rabu, 10 Januari 2018)
Tanpa sengaja lewat di beranda bahwa seorang pria asal Dasan Lekong Kec. Sukamulia Lombok Timur menikahi dua orang gadis sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Fenomena ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Pulau Lombok. Sebelumnya beberapa bulan yang lalu fenomena ini juga terjadi di Praya Lombok Tengah.
Dua kasus ini, menurut hemat kami akan segera disusul dengan kasus kasus lainnya sehingga tidak akan menjadi 'fenomenal' lagi.
Selain karena peristiwa ini viral di medsos (minimal di Lombok), sehingga membuatnya mudah diikuti oleh remaja yang belum menikah, juga karena kultur masyarakat Sasak yang menganggap poligami bukan sebagai sesuatu yang istimewa. Di samping itu, secara psikologis menikah poligami seperti dalam kasus diatas dilakukan oleh tiga orang yang sama sama belum mengerti dan merasakan bagaimana kehidupan rumah tangga.
Pria yang belum pernah menikah sama sekali cenderung lebih berani berspekulasi, terlebih jika alasannya adalah 'cinta remaja,' yang cenderung melankolis dan berdasarkan ekspektasi. Pernikahan dilakukan dengan ekspektasi berbunga-bunga bahwa semuanya akan gampang jika dilandasi cinta.
Begitu juga wanita yang belum menikah sama sekali cenderung lebih berani untuk dimadu, karena belum tahu bagaimana rasanya dipoligami juga karena tidak banyak bergaul dengan sesama perempuan yang telah sama sama menikah misalnya, yang dapat mengkonstruksi pikirannya bahwa rumah tangga itu hanya milik berdua dan tidak ada tempat untuk orang ketiga. Terlebih akhir zaman ini, dalam mind set perempuan bahwa jumlah wanita memang jauh lebih banyak dari kaum adam.
Dengan demikian, Semua pelaku dalam kasus fenomena pernikahan 'SEKALI DUA' di atas menikah dengan ekspektasi penuh bahwa semuanya akan indah dan baik baik saja.
Dengan menikah langsung beristeri dua seperti ini, bagi pria akan lebih gampang sebab tidak harus mengurus surat izin poligami juga lebih murah dari segi biaya. Ibarat kata pepatah: Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.
Akankah peristiwa ini tidak fenomenal lagi seperti analisa di atas?. We wait and see.
Berita tentang kejadian di Lombok Timur bisa dibuka

Comments
Post a Comment